Bank BPD Terbesar Penyalur UMKM

Rabu, 14 Februari 2018 16:40 WIB
Bank BPD Terbesar Penyalur UMKM
TRIBUN MEDAN/RISKY
Bank Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ryan Juskal

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mendorong perekonomian nasional sangatlah penting. UMKM merupakan salah satu penggerak roda perekonomian negara. Pemerintah pun memberikan kebijakan terhadap dunia perbankan untuk mendorong kredit produktif, yang dapat membantu laju pelaku UMKM. 

Pemimpin Divisi Ritel Bank Sumut, Hadi Sucipto mengatakan, sekitar 42 persen portofolio Bank Sumut, total kredit ada pada sektor UMKM. Bahkan, jika dilihat dari data Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, Bank Sumut merupakan penyalur terbesar sektor UMKM. 

"Bisa dilihat, di seluruh BPD, ada data dari Infobank, Bank Sumut terbesar untuk penyaluran UMKM. Bank Sumut termasuk pionir di BPD, banyak dari BPD daerah lain belajar dari Bank Sumut terkait UMKM," katanya, Senin (30/10).

Disampaikannya, dalam menjaga semangat pertumbuhan sektor UMKM, Bank Sumut kerap melakukan pelatihan-pelatihan pada berbagai satkeholder. Pelatihan terhadap karyawan, pelaku UMKM dan lainnya. 

"Pelatihan bagi instruktur, yaitu karyawan kami, agar mereka paham, bagaimana nanti dapat membantu mengembangkan bisnis nasabah Bank Sumut. Untuk pelaku UMKM juga, kami lakukan pelatihan- pelatihan UMKM.  Bahkan kami kerap diundang OJK untuk jadi narasumber, untuk melakukan pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah di Sumut," ungkapnya. 

Hadi menerangkan, ada tiga P yang menjadi acuan pelatihan Bank Sumut, yakni pembiayaan, pemasaran dan pendidikan. Setiap acount officer Bank Sumut, lanjutnya, harus memiliki kemampuan untuk melatih para pelaku usaha.  

Disampaikannya, pemerintah pun terus mendorong perbankan, terkait memperbesar sektor produktif.  

"Bentuk dorongan itu banyak cara, salah satu caranya mengikutsertakan ke pameran. Bahkan sampai ke luar negeri, di Malaysia. Ini yang kami lakukan untuk pelaku UMKM. Kami juga siapkan biaya untuk mengikutkan pelaku UMKM ke pameran luar negeri," jelasnya.  

Di pameran, Bank Sumut pun membantu pelaku UMKM untuk membangun networking. Mengenalkan produk ke pasar, kepada banyak orang, sehingga produk mereka bisa dikenal.  

Pihaknya juga kerap melakukan evaluasi dari sisi kelemahan. Adapun kelemahan yang kerap ditemukan adalah, pelaku UMKM kerap cepat merasa berhasil, lemah menangani komplain, dan quality control masih rendah. 

"Hal ini yang kita benahi ke depannya. Tidak bisa hanya bank, tapi banyak pihak harus ikut serta dalam membenahinya. Jika hal ini sudah teratasi maka saya optimis, pelaku UMKM kita semakin kuat daya saingnya hingga ke luar negeri," terangnya. 

Terkait dengan data penyaluran UMKM, disampaikannya, untuk penyaluran kredit UMKM, pada Desember 2016, Usaha Mikro Bank Sumut menampung 65,769 nasabah, dengan mencapai nominal Rp 6,028,812,062,639. Sementara usaha kecil dengan 17,624 nasabah menyalurkan Rp 1,849,485,438,645. 

Sedangkan usaha menengah mencapai 570 nasabah, dengan nominal Rp 588,292,195,799. Secara akumulatif, total mencapai 83,963 nasabah dengan nominal Rp 8,466,589,697,083. 

Untuk data per September 2017, usaha mikro 64,374 nasabah dengan nominal mencapai Rp 6,031,032,490,963. Sementara usaha kecil 17,595 nasabah dengan nominal Rp 1,988,465,149,445 dan usaha menengah 526 nasabah dengan nominal Rp 614,276,453,511. 

Secara akumulatif total nasabah 82,495 dengan nominal Rp 8,633,774,093,919. (raj/tribun-medan.com)

 

Editor: ismail
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5610 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2019
Atas