Sudah 10.400 Kartu di Medan Menjadi Kartu GPN

Jumat, 26 Oktober 2018 15:41 WIB
Sudah 10.400 Kartu di Medan Menjadi Kartu GPN
internet
Kartu GPN 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak diadakannya Pekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada tanggal 21 Oktober 2018, Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Utara (Sumut) telah menerima penukaran sebanyak 10.400 kartu yang telah ditukarkan menjadi kartu GPN.

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana saat ditemui di Kantor BI perwakilan Sumut, mengatakan, hal tersebut memperlihatkan bahwa antusias masyarakat cukup tinggi akan GPN tersebut.

“Alhamdulilah animo masyarakat akan GPN cukup baik, sampai hari ini data yang kami terima adalah 10.400 kartu yang ditukarkan melalui bank-bank yang ada di Kota Medan,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut tentunya sudah cukup bagus, walau masih belum mencapai target yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia selama Pekan GPN berlangsung yaitu sejak tanggal 21 Oktober hingga 3 November mendatang.

“Tetapi memang masih di dalam target, karena di dalam dua minggu ini atau selama pelaksanaan Pekan GPN tersebut kami menargetkan 23.400 kartu ditukarkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, batas penukaran GPN tersebut hingga 2021 mendatang dan Bank Indonesia optimis bisa tercapai. Tetapi jangan lupa untuk kartu bagi masyarakat yang masih membutuhkan kartu debet yang bisa digunakan di luar negeri.

“Dan itu tetap akan masih ada tapi secara mayoritas kartu debet dan kartu ATM yang beredar di Indonesia pada waktunya nanti adalah kartu yang berbasis GPN,” jelasnya.

Ia menerangkan, Bank Indonesia masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, bisa saja nanti bentuknya kartu combo, nanti juga berbasis GPN tetapi juga ada kartu yang diselenggarakan oleh penyelenggara kartu di internasional.

“Dan hal tersebut tidak akan membingungkan kartu karena kartu yang berbasis chift itu bisa menampung informasi lebih dari dua kartu. Jadi sebetulnya di kartu tersebut sudha bisa secara terpisah mengelola atau mencatat transaksi beberapa rekening,” terangnya.

Ia mengungkapkan, jadi untuk transaksi dalam negeri nantinya semua akan harus memakai GPN agar dapat diproses oleh system dalam negeri semua transaksiyang di dalam negeri harus menggunakan GPN.

“Memang masih banyak khawatiran atau persepsi-persepsi yang muncul, bahwa tidak bisa digunakan di luar negeri dan sebagainya. Tetapi pengguna kartu yang membutuhkan transaksi di luar negeri atau lintas batas,”ungkapnya.

Ia mengatakan, ada banyak keuntungan juga yang didapatkan nasabah karena prosesnya yang memang di dalam negeri. Kalau kita bicara jangka panjang dan bicaranya lebih ke teknikaliti, kita bilang lebih aman karena datanya ada di dalam negeri dan di simpan di dalam negeri.(pra/tribun-medan.com)

Editor: ismail
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5861 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas