Ajang Indonesia Best Banking Award Diawali dengan Riset

Kamis, 6 Desember 2018 15:56 WIB
Ajang Indonesia Best Banking Award Diawali dengan Riset
TRIBUN MEDAN/HO
Pemimpin Kantor Bank Sumut Cabang Melawai Jakarta, Trisya Gati, menerima penghargaan dari majalah Warta Ekonomi yang diserahkan Founder and Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, didampingi Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK, Teguh Supangkat, dan CEO & Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan, pada acara Indonesia Best Banking Award 2018, Jakarta (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Founder and Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, mengatakan, ajang Indonesia Best Banking Award 2018 diawali dengan beberapa riset dari tim Warta Ekonomi. 

“Kami terus memperkuat tim riset ini agar mendapatkan informasi-informasi yang akurat,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, menurut OJK stabilitas keuangan nasional Indonesia masih tergolong baik di tengah kondisi gejolak nilai tukar dan berbagai tantangan di era disrupsi.

“Warta Ekonomi melakukan riset terhadap bank umum dan bank pembangunan daerah di Indonesia dari tahun 2017 hingga tahun 2018 untuk mengetahui tingkat kesehatan masing-masing bank,” jelasnya.

Ia menerangkan, pendekatan yang dilakukan Warta Ekonomi disesuaikan dengan penilaian tingkat kesehatan bank yang ditentukan oleh OJK

“Penilaian tingkat kesehatan bank versi Warta Ekonomi terdiri dari lima aspek yaitu profil risiko, pelaksanaan good corporate governance (GCG), Rentabilitas, Permodalan, dan kinerja intermediasi,” terangnya.

Pada kesempatan ini juga, CEO and Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan, menjelaskan data-data dan riset diperoleh dari laporan keuangan masing-masing bank dan/atau publikasi resmi dari OJK

“Setelah data dikumpulkan, selanjutnya tim peneliti Warta Ekonomi melakukan perhitungan, penilaian (scoring), dan pemberian predikat,” jelasnya.

Ia menerangkan, bank-bank yang dinilai diklasifikasikan berdasarkan kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) dan kelompok aset.

“Selain itu, pada masa sekarang ini kita sedang mengalami disrupsi yang terbagi dalam lima kategori, disrupsi teknologi, disrupsi milenial, disrupsi politik, disrupsi kepemimpinan, dan disrupsi agama,” terangnya.

Ia menuturkan, kelima disrupsi tersebut telah mengubah perilaku kehidupan dan perilaku bisnis.(pra/tribun-medan.com)

Editor: ismail
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5888 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas